Kisah Seorang Wanita

Tanpa sadar, butir air mata telah membasahi kertas yang digenggam oleh seorang wanita sehingga jarinya berhenti menulis. Sang wanita tak sanggup lagi melanjutkan tulisannya. Padahal ia telah berjanji untuk terus menulis meskipun semua orang enggan untuk membaca.

Sang wanita merasa bahwa tak ada lagi yang perlu ditulisnya.
Perlahan, semua telah pergi meninggalkannya.

Malam yang selalu bersedia memeluknya telah menemukan tuannya.
Rintik hujan yang selalu ditunggunya tak lagi menyapanya.
Sang bintang yang selalu dipujanya enggan untuk menampakkan sinarnya.
Bahkan sepi yang selalu berteman dengannya telah beranjak pergi meninggalkanya.

Hahaha.
Mimpi yang dipendamnya terus menertawakannya.
Do'a yang selalu dilafadzkannya tak berhenti mengejeknya.
Semesta seakan memusuhinya.

Sang wanita merasa sulit untuk bernafas.
Dadanya terasa sesak karena selalu menyimpan luka seorang diri.
Tak terlihat lagi nuansa indah di wajahnya. 
Tak ada lagi drama yang selalu diperlihatkannya di depan semua orang.

Sang wanita telah hancur.
Hancur lebur beserta semua mimpinya.
Sang wanita telah lelah.
Lelah bersembunyi di balik senyum yang ditegarkannya.
Sang wanita telah jatuh.
Jatuh ke lubang paling dalam sehingga tak ada yang mampu menolongnya.

Entahlah, tidak ada yang tahu mengapa sang wanita menjadi serapuh ini. Padahal biasanya sang wanita selalu menciptakan senyuman dibibirnya, dan di bibir semua orang yang memandangnya.


"Ya, Wanita yang mengaku dirinya kuat ini telah memperlihatkan kelemahannya"

0 komentar:

Posting Komentar