Perang Bathin

Entah ini harus disebut dengan apa. Perasaan yang datang secara tiba-tiba. Yang membuatku enggan untuk tak memikirkannya. Yang aku takutkan, ketika perasaan ini mulai menguasai hatiku. Apakah Cinta? Oh jelas bukan. Aku hanya punya satu cinta. Ya, Bintang masih menjadi prioritas di hatiku.

Namun perasaan ini begitu mengganggu. Ia terkadang menutup seluruh pandanganku. Sehingga sinar Bintang tak tampak olehku. Bintang tergantikan? Tidak mungkin. Karena akan selalu ada ruang di hatiku untuknya.

Aku rasa ini hanyalah sebuah obsesi. Mungkin aku mulai jenuh berada dalam masa penantian. Hmm, aku fikir aku sudah mengalami mati rasa. Karena setelah Bintang, aku tak pernah mengalami perasaan seperti ini. Entahlah, bahkan aku tidak menemukan kata-kata indah untuk melukiskan kisah ini. Sekali lagi. Perasaan ini menutup seluruh imajinasiku.

Dalam bathinku, aku berharap. Semoga saja, Bintang takkan pernah tergantikan. Ya, semoga saja..

***

Maafkan aku, Bintang..
Aku belum bisa menjaga hatiku
Padahal di sana kau selalu melindunginya

Perlu kautahu..
Sungguh sulit menggantikan posisimu
Kuharap kau juga melakukan hal yang sama, terhadapku

Tak perlu sekarang..
Karena aku akan menanti
Sampai kau benar-benar merasa siap

Pun aku juga tak akan memaksamu
Ya, kau tak perlu melakukan apapun
Biarlah sang Maha Pencipta yang menjalankan skenarionya

Karena ini bukan murni kesalahan kita
Namun ini merupakan takdir Tuhan
Kau mempercayainya, kan?

Keistimewaan Wanita

Saya akan memberikan informasi mengenai keistimewaan wanita yang saya petik dari akun favorit saya, @HijabAlila

Semoga bermanfaat :')

***

Allah anugerahkan wanita kekuatan
Karena tangan, kaki, dan hatinya
Ia pakai untuk memberikan yang terbaik bagi yang dikasihi

Allah ciptakan wanita sedemikian istimewanya
Kelembutan hati untuk memberikan kenyamanan
Kekuatan hati untuk menguatkan yang lainnya

Wanita itu hampir bisa semua
Allah titipkan banyak kemampuan untuk mengendalikan
Mengurus, dan memastikan semuanya berjalan baik

Senyum wanita itu kebahagiaan
Sedihnya masih tersisa ketulusan
Ia bisa tetap tersenyum meski harus berjuang terhadap banyak hal

Wanita banyak sabar memaafkan
Karena Allah karuniakan kelembutan
Lembutnya seorang ibu, istri, kakak, dan sahabat semua orang

Selemahnya wanita ia kuat
Sesedihnya wanita ia tegar
Air matanya adalah kekuatan dan impian baru

Allah Maha pengasih dan penyayang
IA berikan kasih dan sayang yang lebih untuk wanita
Maka IA muliakan wanita dengan kehendakNya

Wanita itu peka, bukan manja
Karna ia perlu tau sekecil-kecilnya yang terjadi
Agar bisa memberikan yang terbaik di setiap keadaan

wanita punya banyak kekuatan.
Kekuatan menyayangi, empati, keikhlasan dan kesabaran.
Cintanya menguatkan kekasih hatinya

Lihat wanita pada mata dan hatinya
Karna disanalah cintanya ada

Seistimewa itu wanita
Semoga Allah istimewakan setiap akhlak kita
Agar bisa didampingi lelaki yang baik hatinya

Aamiin :')

Kopdar yang tak terlupakan~

Berawal dari baca wall salah satu ranger yang bangga dengan tittle "mahasiswa gagal gaul" nya. Jadi ceritanya ranger yang satu ini mau ke jakarta gitu. Gak jelas sih tujuannya ke jakarta itu untuk apa. Mungkin ranger ingin membuktikan kepada dunia bahwa kini ia telah berusaha untuk gaul. Mungkin.

Entahlah, sebenernya gue gak mau tau juga apa tujuan Bang Edotz ke jakarta. Tapi yang bikin gue gak bisa tidur (oke, ini lebay-_-) Bang Edotz ngajakin Gyerz Jakarta dan sekitarnya untuk kopdar. UWOOOOH AKU MAU KOPDAAAR! Gue pun meyakinkan diri untuk ikut. Yaiyalah, kapan lagi ketemu sama penulis pengetik buku "Cancut Marut". #Ahayy

Bukan itu sih tujuan utama gue ikut kopdar. Gue cuma pengen kenal lebih deket aja sama keluarga gue di dunia maya. Toh tempat yang jadi pilihan untuk kopdar juga masih terjangkau sama gue. Selagi gue mampu,  kenapa enggak?. Ketemu sama orang-orang hebat. Kapan lagi?. Siapa tau gue bisa ketularan hebat. Iya kan? Iya~

Setelah nentuin harinya, yaitu tanggal 13 Oktober 2013. Lalu para gyerz jakarta dan sekitarnya pun bergalau ria untuk nentuin tempat yang bakal menampung blogger-blogger unyu seperti kami. Ada beberapa tempat yang menjadi sasaran kami. Mulai dari yang gue gak tahu sampai tempat yang sering gue kunjungi.

Setelah melalui komentar-komentar yang panjang, lahirlah keputusan bahwa tempat yang akan jadi saksi pertemuan kami adalah CITOS. Oke, gue galau. Gue bener-bener gatau dareah sana. Gue juga gatau harus berangkat sama siapa, naik apa, dan semalam berbuat apa #eh.

Tapi saking cintanya gue sama BE. Dan saking gue pengen banget ketemu sama mereka, gue pun tetap meyakinkan diri untuk ikut. Gue pun browsing mengenai jalan yang harus gue lalui untuk mencapai Citos. Iya, gue sampe ngapalin koridor-koridor yang ada di transjakarta. Niat banget kan?

Tapi Tuhan masih bersama orang yang gak tau jalan. Gue bisa bernafas lega karena tempat yang akan menjadi saksi bisu pertemuan gue sama keluarga BE adalah di FX Mal Sudirman. Karena di tempat yang bersangkutan lagi ada Social Media Festival.

Hari H 
Pukul 08.00 gue berangkat. Gue harus naik angkot 2 kali sebelum naik transjakarta. Maklum, rumah gue bener-bener pinggiran jakarta. Gue janjian sama kak gita di halte GBK. Tapi berhubung kak gita datengnya telat, jadi gue janjian sama kak nisa dan ajie. Mereka jalan dari halte bundaran senayan, gue jalan dari halte GBK. Lalu kita bertemu dan berpelukaaan. Eh, nggak ding, cuma salaman aja ehehe.

Kita bertiga pun langsung masuk ke FX. Menuju tempat di mana Bang Edot udah nunggu. Gue nelpon bang edot untuk tau lokasinya. Tapi karena keadaan FX yang berisik, gue cuma denger kalo dia di lantai 4. Kita langsung menuju lantai 4. Mencari-cari tempat dimana bang edot udah berdiri selama berjam-jam. Dan taraaaa akhirnya gue menemukan bang edot. Kerennya, bang edot langsung nebak siapa gue, kak nisa, dan ajie. Dan tebakannya itu tepat banget. Aaaaakk bener-bener ranger yang perhatiaaan..

FYI aja nih, sebenernya malemnya tuh gue udah ngepoin beberapa gyerz yang bakalan ikut kopdar. Termasuk juga ngepoin bang edot. Biar nanti gue gak 'buta' banget gitu dengan wajah mereka. Ehehehe.. Buktinya gue langsung bisa nemuin bang edot tanpa muter-muter :D

Setelah ketemu bang edot, kita semua kebingungan mencari bocil. Sekilas sih gue dan bang edot ngeliat bocil sama nilam. Tapi takutnya salah orang, makanya kita ga berani manggil. Lalu kak nisa dan ajie pun berinisiatif muterin f4 untuk nyari bocil. Pada saat itulah gue ngobrol unyu sama bang edot. Hahaha.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya kita menemukan bocil dan nilam. Yaudah deh kita samperin mereka. Haha bocil sempet bingung tuh pas kita datengin. Karena emang kita kan gak saling kenal. Akhirnya kita kenalan deh dan hidup bahagia untuk selamanya #eh

Terus kita diusir sama satpam mall-_-. Akhirnya kita pun galau, gak tau harus ke mana. Kita berpindah ke lantai atas untuk mencari foodcourt. Tapi ternyata KFC dan McD tidak terdeteksi di sana hahaha. Kita udah kayak anak ilang yang ditelantarin sama orang tuanya. Miris. Menyedihkan.

Lagi galau-galaunya, tiba-tiba kita didatengin security lagi. Kalian tahu apa yang terjadi? Kita diusir lagi. Iya, DIUSIR. Yaudah deh akhirnya kita memutuskan untuk liat Social Media Festival sambil nunggu kak gita, kak bila, dan kak andi. Eh gak lama kemudian mereka dateng. Gue udah bisa ngenalin kak gita. Eh kak gitanya yg malah kebingungan gak ngenalin gue hahaha.

Kita muterin tuh Social Media Festival. Berkunjung dari stand 1 ke stand yang lainnya. Kalo kata bang edot, jadi anak alay sehari. Nih beberapa jepretannya..


di stand #savesharks


di stand thrill

di stand @tempodotco



di @stand hijabographic


di stand @pedemunegeRI


Setelah muterin stand-stand unik yang ada di SocMed Fest, kita pun berkelana untuk mencari tempat makan yang ramah dan pengertian. Yak, KFC Sarinah jadi sasarannya. Kita memutuskan untuk keluar dari FX dan berjalan kaki dibawah teriknya matahari. Lalu layaknya seorang anak alay, kita foto-foto sambil menunggu kopaja :D



lagi nunggu kopaja :D

Perut sudah terisi, saatnya narsis lagi.. :D








Namun kebersamaan kami harus disudahi siang itu. Mereka kembali ke FX. Gue, kak Bila sama kak Andi harus pulang duluan. Tapi kebersamaan gue sama kak bila tetap berlanjut. Waktu itu tujuan ka bila adalah ke salah satu pusat perbelanjaan yang jalannya searah sama jalan gue pulang. Yaudah deh, sepanjang perjalanan kita cerita-cerita tentang BE.

Aaaakk pokoknya banyak banget kesan-kesan yang gue dapetin di kopdar perdana ini. Gue seneng banget menjadi bagian dari BE. Semoga kita bisa sering-sering kopdar yaaa :))


With love,
@endanada

Lelaki Terhebat

"Bapak.."

Begitulah aku memanggilnya. Seorang yang sederhana dan pendiam. Ya, tak banyak yang ia ucapkan. Namun tak terhingga apa yang sudah ia berikan kepada kami. Cinta, ketulusan, pengorbanan, dan segala hal yang mungkin tak terfikirkan oleh kami. Ia memberikannya. Seluruhnya.

Aku tak mengingat persis kenangan paling berkesan dengan bapak. Karena selagi masih ada ia dalam hembusan nafasku, itulah moment paling berharga dalam hidupku. Lagipula, rasanya terlalu singkat jika menceritakan suatu moment berharga dengan lelaki terhebat terbatas dengan karakter.

Yang kutahu, bapak adalah lelaki terhebat. Ia selalu bekerja keras untuk kami. Untuk aku, ibu, dan kedua adikku.  Meskipun ia diam, namun ia sangat mengerti kami. Meskipun ia jarang berbicara kepada kami, namun ia selalu mengetahui apa yang kami butuhkan. Ah, bapak. Betapa beruntungnya kami memilikimu. 

Jika salah satu diantara kami ada yang sakit atau hendak melaksanakan ujian, bapak tidak tidur semalaman. Ia bermunajat kepada Sang Maha Pencipta. Berdzikir, bersholawat,  berdo'a hingga menjelang fajar. Ya, di setiap do’a yang ia panjatkan selalu terdapat nama kami. Dan di setiap kata yang ia lafadzkan selalu meminta yang terbaik untuk kami.

Aku yakin sebenarnya bapak sangat ingin memperlihatkan kecintaannya pada kami lewat lisannya. Namun ia terlalu kaku untuk mengatakannya. Lalu ia memilih untuk mencintai kami dalam diam. Namun meskipun dalam diam, bapak selalu memperhatikan kami. 

Tak heran jika sudah masuk semester baru, tanpa kupinta, bapak selalu memberiakan sendiri uang untuk biaya kuliahku. Ah, bapak.. maafkan aku yang selalu merepotkanmu. Sejak kecil aku selalu membuatmu susah. Hingga kini, aku beranjak dewasa, aku masih saja merepotkanmu.

Yang aku kagumi dari sosok bapak adalah karena ia seorang pemimpin sejati. Ia selalu marah jika melihat kemunkaran terjadi dalam keluarganya. Pernah aku dibentak olehnya karena seharian bertatap muka dengan laptop. Ya, aku menyia-nyiakan waktuku hingga banyak waktu untuk-Nya yang aku lalaikan. Menjelang adzan ashar aku belum melaksanakan sholat dzuhur. Dari situlah bapak marah besar.

Lalu ketika aku tak pernah melepas telpon genggam dari tanganku. Dari hendak tidur sampai bangun lagi, saat makan, ke toilet, ketika melakukan pekerjaan rumah, aku selalu membawanya. Pada saat itu juga terlontarlah amarah bapak. Namun menurutku itu sangat wajar. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya tersesat, bukan?

Ah, membahas mengenai lelaki terhebat, tidak akan pernah ada habisnya. Karena yang jelas, kasihnya akan selalu mengalir selama nafas masih dalam hembusannya. Jika aku boleh meminta, Tuhan.. Sampaikanlah usianya pada kesuksesanku nanti. Agar ia merasakan buah dari ketulusannya mendidik dan membimbingku. Aamiin..

"Robby-ghfirly waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayaany shigiiroo.."




Penantian

Untuk kesekian kalinya, aku harus mengusik hal ini lagi.
Kelam.
Sungguh kelam!

Bisakah Kau bayangkan, Tuan..
Berada dalam penantian selama bertahun-tahun...
Itu bukan hal yang mudah!

Dan, hampir saja aku beranjak dari masa yang disebut penantian itu..
Secercah cahaya datang menghampiriku.
Seolah menahanku untuk tetap tinggal.

"...masih terbungkus rapi dalam hati, dan belum berani membukanya..."

Ingatkah, Tuan?
Bahkan sampai saat ini aku tak mengerti dengan makna yang tersirat dalam kalimat tersebut.
Hahaha, bahkan aku tidak ingin mengerti.

Jika boleh jujur, Tuan..
Aku tidak bisa beranjak dari penantian ini.
Dan sungguh, aku menikmatinya..

Menikmati setiap waktu yang terbuang percuma..
Menikmati ribuan tetes air yang mata yang mengalir tanpa kuduga..
Menikmati setiap rasa sakit yang tercipta..

Ya, aku menikmatinya..
Dan aku tidak akan melupakan setiap detik yang bergerak selama masa penantian ini.

Detik ketika aku mendo'akanmu hinggal larut..
Detik ketika aku memikirkanmu sampai jenuh..
Detik ketika  jatuhnya tetes demi tetes air dari pelupuk mataku..

Tuan, bisakan Kau mengerti..
Semakin aku berusaha beranjak, semakin kuat pula tekadku untuk tetap tinggal..

Bersediakah Kau Kusebut Bintang..

Begitu banyak kata 'Bintang' dalam setiap lembar halaman di blog ini..
Juga dalam keseluruhan isi otakku..
Dan dalam do'a-do'a malamku..

Ah, bahkan aku tak mengingat persis berapa angkanya..
Sungguh, aku ikhlas melakukannya..
Tanpa mengharap imbalan apapun..

Apakah kau tahu, Tuan..
Aku sangat mengagumi Bintang..
Aku rela menghabiskan sisa umurku untuk menanti bintang..

Aku selalu meminta kepada Tuhan..
Agar aku bisa memandang keindahannya dengan kedua mataku.
Lalu aku akan bercerita dengannya tentang apa yang kualami selama masa penantian ini.

Tuan, maukah kau memberikan bintang untukku?

Untuk sekedar menemani malam-malam sepiku..
Untuk sekedar penenang atas kegelisahanku..
Atau untuk menghapus sedih yang terpancar dari raut wajahku..

Kalau kau tak bisa, Tuan..
Kau hanya perlu sampaikan kepada Bintang..
Bahwa aku akan tetap menanti..

Menanti dalam do'a-do'a yang kulafadzkan..
Menanti dalam sepi yang menusuk tulang..
Menanti sambil bermandikan air mata..

Tuan, mungkin kau anggap aku berlebihan.
Namun beginilah adanya.
Aku memang berlebihan dalam mengagumi Bintang..

Tuan, bersediakah Kau kusebut Bintang?

Waktu yang Menentukan

Kini ia tak lagi sendiri
Karena sepi perlahan-lahan telah pergi
Kini ia tak lagi bersedih
Sisa-sia air mata pun tidak terlihat lagi

Malam pun tidak sebeku dulu
Terdengar nyanyian rindu beralunan syahdu
Sang bintang mulai memperkenalkan diri
Memberi asa-asa yang pasti

Lalu ia meminta kepada Tuhan
Sekiranya Tuhan mau menghentikan waktu sejenak
Untuk merekam semua kebahagiaan
Untuk memperlihatkan apa yang terasa di benak

***

Ah, terlalu manis, bukan?
Aku begitu takut untuk menentukan akhir kisahnya
Bahagia?
Entahlah, bahkan aku belum pernah merasakannya
Kini biarlah waktu yang menentukan akhir kisahnya

Jejak-jejak Tuhan

Aku terdiam untuk waktu yang lama
Mencoba mengingat apa yang kupikirkan sebelumnya
Tidak ada
Aku tidak menemukan jawabannya

Kucoba menengadah ke angkasa
Untuk mencari jejak-jejak Tuhan
Ah, sial!
Bahkan aku tak bisa temukan Tuhan

Aku menunduk lesu
Kucoba berbicara pada waktu
Namun lagi-lagi
Tidak kutemukan apapun di setiap detiknya

Aku mulai gelisah
Memikirkan sikap semesta yang begitu angkuh
Bahkan ia enggan untuk memalingkan wajahnya ke arahku

Mengapa semuanya begitu rumit, Tuhan?
Aku tak mengerti apapun
Bahkan aku tidak tahu kenapa aku hidup dan untuk apa aku diciptakan
 
Tuhan..
Dimana sebenarnya Engkau berada?
Aku lelah mencariMu..
Bisakah Kau saja yang menemui aku?
 

Mirip gambar anak TK?

Assalamualaikum..
Udah lama banget rasanya gak nulis. Saking lamanya, sampe lupa gimana caranya nulis di blog ini -______- Entahlah, jari ini terlalu kaku untuk menari-nari di atas keyboard. Bahkan untuk mengungkapkan alasan kenapa menghilang dari dunia blog selama satu bulan aja rasanya sulit banget. Hmm, semoga belum termasuk dalam kategori "blogger murtad" deh..

Gak mau banyak basa-basi deh. Postingan gak jelas ini menceritakan awal kuliah di semester 3. Semester 3 ini gue cuma dapet 16 sks looh. Maklum anak paket. Mau nambah sks aja susahnya minta ampun. Bagian pengajarannya ribet banget. Yaudah deh akhirnya gue sama temen sekelas pasrah nerima 16 sks aja dalam waktu 1 semester. Kapan lulusnya kalo gini? -_____-

Nah, di semester 3 ini gue masih dapet matkul Dyned. Sebenarnya itu matkul ga ada sks nya sih, makanya waktu semester 1 dan 2, gue dan temen temen males malesan untuk masuk kelas dyned. Karena emang gak ada absen. Tapi di semester 3 ini kelas dyned jadi ada absennya. Jadi bener-bener ketahuan siapa aja yang jarang masuk kelas. Emang sih mahasiswanya aja yang gak tau diri. Udah dibiayain kampus, masih aja males-malesan.

Jadi setelah disediakan absen untuk kelas dyned, masuk deh data-data mahasiswa yang jarang atau bahkan ga pernah masuk kelas dyned. Nah kalo udah gitu, nanti di semester selanjutnya, mata kuliah dyned yang tadinya 0 sks (free, karena dibiayain kampus) berubah jadi 2 sks untuk mahasiswa yang males. Hahaha jadi pada takut deh untuk gak masuk kelas.

Akhirnya gue dan temen-temen pun jadi rajin masuk kelas dyned. Waktu awal masuk kelas dyned, entah ada masalah apa sama programnya sampai sampai kita gak belajar. Jadi mahasiswa bisa bebas ngapain aja dengan komputer di depannya. Ada yang buka internet, ada yang maen game, dan masih banyak lagi. Ada satu sahabat gue yang buka paint. Doi bikin grafiti keren banget. Jadi deh temen-temen gue yang lain pada ikutan buka paint. Dan gue termasuk orang yang ikut-ikutan.

Waktu itu gue bikin gambar cewek pake jilbab gitu. Dan hasilnya, gue dengan ikhlas nerima temen-temen ngetawain gue. Yaiyalah orang gambar gue mirip gambar abak TK -_____- Gue sih santai aja. Malah gue semakin serius.  Gue udah kebal diketawain mereka. Toh mereka yang ngetawain gue juga udah sering gue ketawain hahaha.

Sesampainya di rumah, gue penasaran buka paint lagi. Gue sebenernya pengen bisa bikin art gitu. Tapi apalah daya. Gue gak ngerti sama sekali tentang art dan segala macamnya. Gue gak bisa dan gak punya aplikasi photoshop atau program sejenisnya. Yaudah, bermodalkan paint yang udah tersedia di laptop gue, dan kegigihan gue tentunya, jadilah gambar-gambar di bawah ini. Ya, dengan pedenya, gue mempersembahkan gambar-gambar yang mungkin anak TK juga bisa bikin..
















***

Gimana? Udah puas ketawanya?
Mau komentar tentang gambarnya?
Tulis aja di kotak komentar..
Yang punya blog udah kabur sejak postingan ini di publish..