Hati Yang Kuat Meski Telah Disakiti

Ah, lagi lagi aku harus membiarkan air mataku terjatuh..
Aku benci melakukan ini.. Hal bodoh!
Tapi selalu aku lakukan..
Bahkan berulang-ulang..

Aku lelah menyembunyikan lukaku..
Aku lelah menahan air mata ini agar tidak terjatuh..
Aku lelah menyembunyikan perasaanku..

Namun aku terlalu hina untuk mengungkapkannya..
Aku tidak layak jatuh cinta padanya..
Aku adalah satu dari ribuan orang yang mencintainya..
Aku hanyalah pemuja rahasianya..

Aku mengagumi seseorang yang bahkan ia tak mempedulikan kehadiranku..
Aku menghabiskan seluruh waktuku untuk memikirkannya..
Bahkan ketika dia tidak menyadari kehadiranku di hidupnya..
Aku menganggapnya segalanya walaupun ia selalu bmengabaikanku..

Ya Tuhan..
Jika saja aku tidak pernah mengenalnya..
Mungkin aku takkan sesakit ini..
Jika saja ia menghargai sedikit saja apa yg ku lakukan untuknya..
Mungkin aku takkan seterluka ini..

Terima kasih Tuhan..
Karena Engkau telah memberiku hati yang kuat meski telah disakiti..

Aku Dan Malam


Aku tak peduli sejahat apapun angin malam..
 Karena akan selalu ada dekapan darimu..
Yang biasa ku sebut, rindu..

Aku tak peduli ribuan orang menyakitiku..
Karena akan selalu ada kamu yang melindungiku..
Ketika malam mempertemukan kita, lewat mimpi..

Yang aku takutkan..
Ketika kamu tak lagi bisa memelukku..
Walau hanya dengan kata rindumu..

Yang aku gelisahkan..
Ketika kamu tak lagi bisa menepati janjimu..
Untuk sekedar menemuiku di dalam mimpi..

Entahlah.. Yang kutahu..
Malam adalah waktu yang tepat, untuk merindukanmu..
Malam adalah tempat untuk menenangkan kegelisahanku..

Malam selalu menyediakan telinga..
Untuk mendengar keluh kesahku..
Saat kau tak hadir dalam mimpiku..

Malam juga yang menyediakan jari..
Untuk menyeka air mataku..
Ketika kamu tak mampu melindungiku..
Dan malam selalu bersedia memelukku..
saat angin menusuk tulangku..

Terimakasih Tuhan..
Karena engkau telah menciptakan malam untukku..
Disaat semua orang sibuk menciptakan mimpi mereka..
Disaat itulah aku menciptakan kebahagiaanku..
Seorang diri.. Berteman sepi..

Bahagia Dalam Skenarioku

Entah mengapa..

Aku semakin nyaman dengan skenario yang kubuat sendiri..
Aku menjadi pemeran utama yang takkan pernah disakiti..
Aku menikmati setiap naskah yang penuh dengan kebahagiaan..
Aku mendapatkan apa yang aku butuhkan. Bahkan lebih dari itu..

Semua terasa sangat sempurna..
Tuhan, aku sangat bahagia..
Biarkan aku berada dalam skenarioku..
Biarkan aku berada dalam mimpi panjangku..

Aku tidak ingin terbangun lagi..
Aku terlalu takut untuk disakiti..

Telingaku sudah lelah..
Mendengar cemoohan orang yang merasa dirinya sempurna..
Bathinku sudah letih..
Menanggapi lisan-lisan yang tak terjaga..

Apa salahku Tuhan?
Apa aku tidak layak untuk bahagia?
Apa aku terlalu hina untuk mendapatkan kebahagiaan?
Apa aku terlahir hanya untuk menyaksikan drama kebahagiaan mereka?

Aku tidak sanggup Tuhan..
Aku juga ingin hidup bahagia dalam skenario buatanMu..
Aku ingin menikmati lembar-lembar kebahagiaan yang telah kau tulis..
Aku ingin menjadi pemeran utama yang selalu bahagia..

Tuhan..
Izinkan aku sebentar saja menyentuh kebahagiaan hidup yang sebenarnya..

Mengadu Kepada Tuhan



Ya Tuhan..
Mengapa aku setakut ini untuk menatap matanya?
Mengapa aku begitu tak berdaya ketika dekat dengannya?
Apakah aku merasakan lagi hal yang seharusnya tidak aku rasakan?

Ya Tuhan..
Aku tidak sanggup membohongi perasaanku..
Aku tidak sanggup menutupi hati nuraniku..
Aku selalu merasa nyaman ketika dekat dengannya..

Ya Tuhan..
Siapakah sebenarnya pria yang sedang bersamaku ini?
Apakah dia diciptakan untuk membuatku bahagia?
Apakah dia yang akan menemani hari-hariku nanti?

Ya Tuhan..
Maafkan aku jika aku salah..
Maafkan aku jika aku melanggar janjiku..
Maafkan aku jika aku selalu berbohong..

Ya Tuhan..
Aku hanya tidak ingin menghapusnya dari hidupku..
Aku hanya tidak ingin membuang semua kenanganku bersamanya..
Aku berjanji takkan berharap banyak padanya lagi..

Ya Tuhan..
Pasti sekarang Engkau sedang tertawa..
Karena Engkau tahu aku sedang berbohong..
Karena Engkau tahu aku akan melanggar janjiku..

Ya Tuhan..
Tolong sadarkan aku..
Bahwa ada seseorang yang sangat menyayangiku..
Bahwa ada sesorang yang sepanjang hidupnya selalu membuatku bahagia..

Ada seseorang yang..
Ah, tidak mungkin bisa diungkapkan dengan kata-kata..
Dia sangat menyayangiku..
Begitu juga aku  sangat menyayanginya..

Dia sudah memberikan semuanya kepadaku..
Cinta, perhatian, bahkan kebahagiaannya..
Tidak seperti pria yang sedang bersamaku ini..
Ia menyakitiku. Lagi, dan lagi..

Tapi entah mengapa ia memiliki tempat yang besar dihatiku.
Ya Tuhan.. Betapa bodohnya Aku!